Jumat, 02 Desember 2011

pengertian MULTIMEDIA

Pengertian Multimedia Pembelajaran

Multimedia adalah media yang menggabungkan dua unsur atau lebih media yang terdiri dari teks, grafis, gambar, foto,audio, video dan animasi secara terintegrasi. Multimedia terbagi menjadi dua kategori, yaitu: multimedia linier dan multimedia interaktif. Multimedia linier adalah suatu multimedia yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol apapun yang dapat dioperasikan oleh penguna. Multimedia ini berjalan sekuensial (berurutan), contohnya: TV dan film.Multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya. Contoh multimedia interaktif adalah: multimedia pembelajaran interaktif, aplikasi game, dll. 
Sedangkan pembelajaran diartikan sebagai proses penciptaan lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar. Jadi dalam pembelajaran yang utama adalah bagaimana siswa belajar. Belajar dalam pengertian aktifitas mental siswa dalam berinteraksi dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan perilaku yangbersifat relatif konstan. Dengan demikian aspek yang menjadi penting dalam aktifitas belajar adalah lingkungan. 
Bagaimana lingkungan ini diciptakan dengan menata unsur_unsurnya sehingga dapat mengubah perilaku siswa. Dari uraian di atas, apabila kedua konsep tersebut kita gabungkan maka multimedia pembelajaran dapat diartikan sebagai aplikasi multimedia yang dignakan dalam proses pembelajran, dengan kata lain untuk menyalurkan pesan (pengetahuan, keterampilan dan sikap) serta dapat merangsang piliran, perasaan, perhatian dan kemauan yang belajar sehingga secara sengaja proses belajar terjadi, bertujuan dan terkendali.


Manfaat Multimedia Pembelajaran

Secara umum manfaat yang dapat diperoleh adalah proses pembelajaran lebih menarik, lebih interaktif, jumlah waktu mengajar dapat dikurangi, kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan dan prises belajar mengajar dapat dilakukan di mana dan kapan saja, serta sikap belajar siswa dapat ditingkatkan.
Manfaat di atas akan diperoleh mengingat terdapat keunggulan dari sebuah multimedia pembelajaran, yaitu:
1. Memperbesar benda yang sangat kecil dan tidak tampak oleh mata, seperti kuman, bakteri, elektron dll.
2. Memperkecil benda yang sangat besar yang tidak mungkin dihadirkan ke sekolah, seperti gajah, rumah, gunung, dll.
3. Menyajikan benda atau peristiwa yang kompleks, rumit dan berlangsung cepat atau lambat, seperti sistem tubuh
manusia, bekerjanya suatu mesin, beredarnya planet Mars, berkembangnya bunga dll.
4. Menyajikan benda atau peristiwa yang jauh, seperti bulan, bintang, salju, dll.
5. Menyajikan benda atau peristiwa yang berbahaya, seperti letusan gunung berapi, harimau, racun, dll.
6. Meningkatkan daya tarik dan perhatian siswa.
C. Karakteristik Media dalam Multimedia Pembelajaran

Sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran, pemilihan dan penggunaan multimedia pembelajaran harus memperhatikan karakteristik komponen lain, seperti: tujuan, materi, strategi dan juga evaluasi pembelajaran.

Karakteristik multimedia pembelajaran adalah:
1. Memiliki lebih dari satu media yang konvergen, misalnya menggabungkan unsur audio dan visual.
2. Bersifat interaktif, dalam pengertian memiliki kemampuan untuk mengakomodasi respon pengguna.
3. Bersifat mandiri, dalam pengertian memberi kemudahan dan kelengkapan isi sedemikian rupa sehingga pengguna bisa menggunakan tanpa bimbingan oran lain.

Selain memenuhi ketiga karakteristik tersebut, multimedia pembelajaran sebaiknya memenuhi fungsi sebagai
berikut:
1. Mampu memperkuat respon pengguna secepatnya dan sesering mungkin.
2. Mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengontrol laju kecepatan belajarnya sendiri.
3. Memperhatikan bahwa siswa mengikuti suatu urutan yang koheren dan terkendalikan.
4. Mampu memberikan kesempatan adanya partisipasi dari pengguna dalam bentuk respon, baik berupa jawaban, pemilihan, keputusan, percobaan dan lain-lain.
Multimedia adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, animasi dan video dengan alat bantu ([tool]) dan koneksi ([link]) sehingga pengguna dapat ber-([navigasi]), berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi. Multimedia sering digunakan dalam dunia hiburan. Selain dari dunia hiburan, Multimedia juga diadopsi oleh dunia Game.
Multimedia dimanfaatkan juga dalam dunia pendidikan dan bisnis. Di dunia pendidikan, multimedia digunakan sebagai media pengajaran, baik dalam kelas maupun secara sendiri-sendiri. Di dunia bisnis, multimedia digunakan sebagai media profil perusahaan, profil produk, bahkan sebagai media kios informasi dan pelatihan dalam sistem e-learning.
Pada awalnya multimedia hanya mencakup media yang menjadi konsumsi indra penglihatan (gambar diam, teks, gambar gerak video, dan gambar gerak rekaan/animasi), dan konsumsi indra pendengaran (suara). Dalam perkembangannya multimedia mencakup juga kinetik (gerak) dan bau yang merupakan konsupsi indra penciuman. Multimedia mulai memasukkan unsur kinetik sejak diaplikasikan pada pertunjukan film 3 dimensi yang digabungkan dengan gerakan pada kursi tempat duduk penonton. Kinetik dan film 3 dimensi membangkitkan sens rialistis.
Bau mulai menjadi bagian dari multimedia sejak ditemukan teknologi reproduksi bau melalui telekomunikasi. Dengan perangkat input penditeksi bau, seorang operator dapat mengirimkan hasil digitizing bau tersebut melalui internet. Pada komputer penerima harus tersedia perangkat output berupa mesin reproduksi bau. Mesin reproduksi bau ini mencampurkan berbagai jenis bahan bau yang setelah dicampur menghasilkan output berupa bau yang mirip dengan data yang dikirim dari internet. Dengan menganalogikan dengan printer, alat ini menjadikan feromon-feromor bau sebagai pengganti tinta. Output bukan berupa cetakan melainkan aroma.


MULTIMEDIA

Perkembangan teknologi informasi beberapa tahun belakangan ini berkembang dengan pesat, sehingga hal ini mengubah paradigma masyarakat dalam mencari dan mendapatkan informasi yang tidak lagi terbatas pada informasi surat kabar, audio visual dan elektronik, tetapi juga sumber-sumber informasi yang lain diantaranya melalui jaringan internet.
Salah satu bidang yang mendapat dampak yang cukup berarti dengan perkembangan teknologi ini adalah bidang pendidikan. Berbagai cara telah dikenalkan serta digunakan dalam proses belajar mengajar dengan harapan pengajaran guru akan lebih berkesan dan pembelajaran bagi murid akan lebih bermakna. Teknologi informasi dan komunikasi telah banyak digunakan dalam proses belajar mengajar sehingga mutu pendidikan seiring dengan perkembangan teknologi.
Perkembangan teknologi multimedia telah menjanjikan potensi besar dalam merubah cara seseorang untuk belajar, untuk memperoleh informasi, menyesuaikan informasi dan lain-lain. Multimedia juga menyediakan peluang bagi pendidik untuk mengembangkan teknik pembelajaran sehinggga mendapatkan hasil yang maksimal. Demikian juga bagi pelajar, dengan multimedia diharapkan mereka akan lebih mudah untuk mendapatkan informasi, karena tidak terfokus pada teks dari buku. Kemampuan teknologi multimedia yang telah terhubung internet akan semakin menambah kemudahan dalam mendapatkan informasi untuk kepentingan pembelajaran. 

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 19 ayat 1, bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Oleh karena itu proses pembelajaran harus dirancang, dilaksanakan guru sebagai pendidik dapat memenuhi amanat peraturan pemerintah tersebut.
Proses belajar mengajar adalah proses komunikasi, yaitu penyampaian informasi dari sumber informasi kepada penerima melalui suatu media. Sumber informasi adalah guru dan penerima adalah siswa, serta media adalah segala sesuatu alat bantu yang digunakan untuk memperjelas pemahaman siswa. Ahmad Rohani (1997: 3) menyatakan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat diindra yang berfungsi sebagai perantara/sarana/alat untuk proses komunikasi (proses belajar mengajar). Selanjutnya Ahmad Rohani (1997:1)menyatakan bahwa dalam proses belajar mengajar, media yang yang digunakan untuk memperlancar komunikasi belajar mengajar disebut media instruksional edukatif. 
Guru sebagai pendidik yang profesional harus mampu berperan sebagai komunikator dan fasilitator bagi peserta didik di dalam kelasnya. Sebagai komunikator seorang guru harus mampu menyampaikan pesan-pesan pembelajaran kepada siswa sebagaimana yang dinyatakan oleh Martinis Yamin (2007:7) bahwa mereka berperan sebagai komunikator, mengkomunikasikan materi pelajaran dalam bentuk verbal dan non verbal.
Guru sebagai fasilitator dimaksudkan seorang guru harus mampu menjadi orang yang memfasilitasi atau melayani keperluan peserta didik di dalam kelas untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sebagaimana yang disampaikan oleh Martinis Yamin (2007:10), bahwa guru sebagai fasilitator memiliki peran menfasilitasi siswa-siswa untuk belajar secara maksimal dengan menggunakan berbagai strategi, metode, media, dan sumber belajar. 
Banyak hambatan yang ditemui oleh seorang guru sehubungan dengan fungsinya sebagai komunikator dan fasilitator tersebut. Salah satu faktor hambatan adalah sulitnya melakukan proses komunikasi antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Guru kurang mampu menyampaikan pesan pembelajaran kepada siswa. Pembelajaran yang telah dilakukan guru selama ini belum mampu menarik perhatian siswa, sehingga terkesan siswa apatis terhadap materi pelajaran yang disapaikan oleh guru. Akibatnya siswa gagal memahami materi pembelajaran, dan guru mengalami kekecewaan dan ketidak puasan. Hal ini dapat teramati pada saat proses pembelajaran berlangsung, guru telah mengupayakan pembelajaran dengan menggunakan metode-metode yang bervariasi dan juga memanfaatkan media yang ada, tetapi siswa masih kelihatan kurang aktif dan tidak termotivasi. Jumlah siswa yang mengajukan pertanyaan kepada guru atau temannya sangat sedikit. Terkadang dalam satu kali tatap muka tak ada sama sekali siswa yang mengajukan pertanyaan. Hal ini mengakibatnya siswa gagal memahami materi pembelajaran, guru mengalami kekecewaan dan ketidak puasan.
Berdasarkan hal tersebut, adanya hambatan yang ditemukan guru dalam proses komunikasi pembelajaran disebabkan oleh kurang tepat dan menariknya media yang ditampilkan atau digunakan dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu perlu dilakukan pemilihan media yang tepat dan menarik perlu dilakukan agar tercapai transfer ilmu pengetahuan dari guru terhadap siswa optimal dan menyenangkan. Sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini maka media yang dapat digunakan adalah multi media. 
Menurut Sutisna dalam Chusnul Chotimah (2008: Jawa Pos), bahwa untuk hasil optimal dalam pembelajaran harus menyenangkan dan merangsang imajinasi serta kreativitas siswa. Penggunaan multimetode dan multimedia sangat membantu meningkatkan hasil belajar. Selanjutnya hasil penelitian Sugeng Priyanto (2008) dalam kompas menyimpulkan, dengan menggunakan multi media dalam pengajaran akan membantu mengondisikan suasana yang bisa memaksimalkan proses penerimaan suatu informasi dengan lebih baik.
Selanjutnya M.Suyanto (2005:340) menyatakan aplikasi multimedia antara lain sebagai perangkat lunak pengajaran, memberikan fasilitas untuk mahasiswa atau siswa untuk belajar mengambil keuntungan dari multimedia, belajar jarak jauh dan pemasaran pendidikan. Begitu juga Davies,Crowther dalam M.Suyanto (2005:340) menjelaskan bahwa penggunaan perangkat lunak multimedia dalam proses belajar mengajar akan meningkatkan efisiensi, meningkatkan motivasi, menfasilitasi belajar aktif, menfasilitasi belajar eksperimental, konsisten dengan belajar yang berpusat pada siswa, dan memandu untuk belajar lebih baik.
Pembahasan dan penggunaan multimedia pada saat ini sudah sangat meluas dalam berbagai bidang. Bidang-bidang yang mengaplikasikan multi media meliputi bidang bisnis, hiburan, kesehatan, pemerintahan dan pendidikan. Khusus bidang pendidikan aplikasi multi media sebagai media pembelajaran harus dipahami oleh seorang guru dan digunakan dalam pembelajarannya. Aplikasi multi media dapat berfungsi sebagai alternatif media pembelajaran bagi guru dalam kelasnya. 
Pembahasan tentang multi media sangat luas, maka pembahasan ini dibatasi dalam 4 hal yaitu : pengertian multi media dan pembelajaran; multimedia sebagai media pembelajaran; multimedia dan model pembelajaran; dan hambatan dalam pembelajaran multimedia.

Pengertian multimedia secara sederhana dari dua kata yaitu multi berarti jamak atau banyak dan media berarti perantara atau yang menyampaikan. Pengertian ini berkembang sesuai dengan kemajuan teknologi sehingga dapat bergeser maknanya dari pengertian kata-kata. Banyak pendapat para ahli tentang pengertian multimedia ini. Berikut adalah beberapa pengertian multimedia.
Menurut Hofstetter dalam M.Suyanto (2005:21), multimedia adalah pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, gambar bergerak (video dan animasi) dengan menggabungkan link dan tool yang memungkinkan pemakai melakukan navigasi, berinteraksi, berkreasi, dan berkomunikasi. Menurut Azhar Arsyad (2007:171), arti multi media yang umumnya dikenal dewasa ini adalah berbagai macam kombinasi grafik, teks, suara, video, dan animasi. Penggabungan ini merupakan suatu kesatuan yang secara bersama-sama menampilkan informasi, pesan atau isi pelajaran. Menurut Geyeski dalam Elmi Mahzum (2008:13), multimedia adalah kumpulan media berasaskan komputer dan sistem komunikasi yang digunakan untuk membangun, menyimpan, menghantar dan menerima informasi berasaskan teks, grafik, audio dan sebaginya.
Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa multimedia itu mencakup : adanya komputer sebagai basis keseluruhan sistem; adanya informasi dalam berbagai bentuk audiovisual yang diam atau bergerak; interaktif ;pemakai dalam hal pembelajaran adalah guru dan penerima adalah siswa.

Multimedia sebagai media pembelajaran tersedia dalam bentuk CD interaktif ataupun presentasi interaktif. Selain itu multimedia ada yang bersifat linear dan non linear. Multimedia interaktif adalah multimedia yang dapat membantu pengguna bisa melihat suatu aplikasi sesuai dengan keinginannya. Multimedia linear adalah multimedia yang dioperasikan tanpa dapat dipengaruhi oleh user (si pengguna), hanya sebagai penonton saja. Multimedia non linear adalah multi media yang dapat dipengaruhi oleh user dalam operasionalnya. 
Kedua bentuk multimedia ini dapat digunakan dalam pembelajaran sebagai media pembelajaran, di mana pemakaiannya disesuaikan dengan materi dan karakteristik peserta didik. Guru sebagai komunikator dan fasilitator harus memliki kompetensi sekurang-kurangnya menggunakan aplikasi multimedia sebagi media pembelajaran. Akan lebih baik lagi jika guru mampu membuat aplikasi multimedia ini untuk pembelajarannya. Sebagaimana yang diamanatkan dalam Permen (Peraturan Menteri) Pendidikan Nasiona Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar kompetensi guru bahwa seorang guru harus memiliki kompetensi inti mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan penyelengaraan kegiatan pengembangan yang mendidik.
Dalam pembuatan aplikasi pembelajaran menggunakan multimedia, pertama yang harus dilakukan adalah membuat konsep/struktur dari aplikasi tersebut. Pembuatan konsep atau struktur aplikasi ini harus mempertimbangkan hal-hal berikut: sifat interaktif, mutakhir, menarik, mudah dimengerti oleh siswa. Setelah itu baru proses pembuatan aplikasi dilakukan dengan menggunakan software yang diperlukan. Aplikasi multimedia yang dapat digunakan seperti power point, macromedia flash, dan macromedia director. 
Menurut Elmi Mahzum (2008: 2), microsoft power point adalah media yang paling banyak digunakan sebagai media presentasi baik oleh korporat maupun oleh kalangan biasa. Power point bila dipelajari dengan seksama dapat dijadikan sebagai media untuk multimedia dalam batas-batas yang sederhana. Macromedia flash adalah microsoft yang lebih baik dari power point, merupakan gabungan konsep pembelaran dengan teknologi audiovisual yang mampu menghasilkan fitur-fitur baru yang dapat dimanfaatkan dalam pendidikan.
Pembuatan konsep/ struktur aplikasi multimedia menuntut kreatifitas dan daya imajinasi yang tinggi agar tujuan yang diharapkan tercapai. Kreatifitas ini dapat dimulai dengan meniru dan memodifikasi, maka dengan sendirinya ide dan kreatifitas akan muncul. Seorang guru dalam membuat multimedia dapat mencari informasi melalui referensi, tutorial, ataupun melalui akses internet.

Dalam multimedia dan model pembelajaran ini akan dibahas bagaimana keterkaitan multimedia dengan model pembelajaran. Rancangan pembelajaran yang dibuat oleh guru guna pelaksanan proses pembelajaran harus memuat media dan model pembelajaran yang digunakan. Media yang dapat digunakan oleh guru di sini adalah multimedia. Model pembelajaran yang menggunakan multimedia dapat mengaplikasikan berbagai model dari model pembelajaran yang telah kita kenal. 
Model pembelajaran mengandung makna adanya strategi, prosedur, metode atau cara yang digunakan dalam pembelajaran guna mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Menurut Depdiknas (2004:2), ada 2 alasan penggunaan model pembelajaran, yaitu (1) adanya penggunaan sejumlah keterampilan metodologis dan prosedural, seperti merumuskan masalah, mengemukakan pertanyaan, melakukanpenelitian, bediskusi, meperdebatkan temuan, bekerja secara kolaboratif, menciptakan karya seni, dan melakukan presentasi; (2) adanya sintaks atau langkah-langkah pembelajaran yang menggambarkan alur proses pembelajaran. 
Banyak model pembelajaran yang telah disampaikan oleh para ahli, masing-masing model akan memiliki kelebihan dan kelemahan. Guru harus jeli dalam memilih model pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Terkait dengan adanya penggunaan multimedia dalam pembelajaran seorang guru juga harus memiliki kemampuan mengaplikasikan multimedia yang telah dipilih atau dirancang untuk disesuaikan dengan model pembelajaran yang telah ditetapkan dalam rancangan pembelajaran.
Beberapa model pembelajaran disampaikan oleh para ahli pendidikan pada dekade terakhir, seperti model pembelajaran langsung (direct instruction), ekspositori pembelajaran kooperatif, pembelajaran berbasis masalah, model pembelajaran dan lain-lain. Pada pembahasan berikut dibicarakan bagaimana cara mengintegrasikan multimedia ke dalam model-model pembelajaran tersebut.
Perkembangan zaman yang maju pesat membawa segelintir dampak negatif dan positif dari perkembangan teknologi yang juga berkembang. Munculnya website-website atau aplikasi-aplikasi seperti facebook, friendster, skype, multiply,dsb yang memudahkan para pemakainya untuk dapat mengekspresikan dan mempresentasikan dirinya sendiri sesuai kepribadian mereka sendiri, maupun sesuai kepribadian yang ingin mereka bentuk sendiri.
Karena pada umumnya, lewat komunikasi melalui media komputer (CMC) seseorang dapat dengan mudah membangun suatu hubungan sosial yang lebih cepat daripada lewat proses tatap muka dan dapat membentuk suatu identitas yang baru. karena lewat CMC seseorang dapat hanya mempresentasikan sisi baik dari dirinya atau dapat berpura-pura menjadi orang lain yang sesuai dengan harapannya, hal inilah yang dinamakan dengan identity play. (Johari Window)
Identity play sekarang ini dapat dikatakan menjadi sebuah trend, terdapat dampak negatif dan positif didalamnya. Misalnya saja: belakangan ini muncul pengguna aplikasi-aplikasi online, seperti facebook atau friendster. Dimana orang tersebut menutupi identitas diri mereka yang sebenarnya dan malah menciptakan identitas baru untuk merepresentasikan diri mereka, kadang bahkan jauh dari kenyataan yang sebenarnya.

Sebuah studi dari UCLA (University of California at Los Angeles) menemukan 90% lebih dari apa yang dipahami dan dipercaya peserta berasal dari pesan audio dan visual. Untuk teks hanya sebesar 7% (Brody & Kent, 1993, h. 23)

Menurut Doug Malouf dari kelima panca indra, penglihatan dapat lebih cepat menerima informasi yang diberikan 
(Malouf, 1988, h. 81):
Multimedia itu mencakup: adanya komputer sebagai basis keseluruhan sistem; adanya informasi dalam berbagai bentuk audiovisual yang diam atau bergerak; interaktif ;pemakai dalam hal pembelajaran adalah guru dan penerima adalah siswa. Multimedia sebagai media pembelajaran tersedia dalam bentuk CD interaktif ataupun presentasi interaktif. Aplikasi multimedia yang dapat digunakan seperti power point, macromedia flash, dan macromedia director. Microsoft power point adalah media yang paling banyak digunakan sebagai media presentasi. 
Multimedia dapat digunakan untuk berbagai bentuk model pembelajaran. Menggunakan multimedia dalam berbagai model pembelajaran ini dapat dilakukan degan memperhatikan fase-fase atau langkah-langkah pembelajaran. Penggunaan multimedia ini disesuaikan dengan langkah-langkah model pembelajaran tersebut.
Ada beberapa hambatan ditemukan dalam pengplikasian multimedia dalam pembelajaran. Hambatan-hambatan yang ditemukan dapat bersifat teknis, filosofis, dan sosial.

Banyak hambatan yang ditemui oleh seorang guru sehubungan dengan tugasnya sebagai fasilitator dan komunikator ini. Upaya yang dapat dilakukan oleh seorang guru mengatasi hambatan ini adalah dengan mengupayakan media yang dapat merangsang imajinasi serta kreativitas siswa. Salah satu media yang dapat digunakan adalah multimedia. Selain sebagi media, multimedia juga dapat diintegrasikan ke dalam model pembelajaran yang digunakan guru dalam proses belajar mengajarnya.
Bagi guru yang telah memiliki kemampuan untuk merancang sendiri presentasi dengan multimedia yang akan digunakan pada pembelajarannya akan lebih baik. Jika guru belum memiliki kemampuan untuk merancang sendiri, minimal telah mampu menggunakan presentasi dari berbagai program yang telah tersedia di pasaran.
Pembelajaran yang menggunakan multimedia belum tentu berjalan mulus tanpa hambatan, bisa saja dalam pelaksanaanya ada hambatan-hambatan. Maka di sini diharapkan kejelian guru untuk mencoba mengantisipasi hambatan yang ditemui, sehingga pelaksanaan pembelajaran dengan multimedia tetap berjalan sesuai dengan harapan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar